Salah satu temuan paling umum dalam audit eksternal (audit yang dilakukan oleh auditor lembaga sertifikasi) adalah tidak dilaksanakannya tindakan korektif atas ketidaksesuaian . Secara sederhana, ketidaksesuaian adalah kondisi ketika suatu persyaratan tidak terpenuhi. Misalnya, ISO 9001 mensyaratkan perusahaan untuk menetapkan sasaran mutu pada fungsi dan tingkatan yang sesuai. Sasaran mutu tersebut juga wajib dipantau secara berkala untuk menilai sejauh mana target dapat tercapai. Dalam praktiknya, tidak tercapainya sasaran mutu merupakan hal yang cukup umum dalam operasional perusahaan. Namun, yang sering terlewat adalah k ewajiban untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah dan melakukan tindakan korektif agar target tersebut dapat tercapai pada periode berikutnya. Proses identifikasi akar penyebab dan tindak lanjut perbaikannya biasanya didokumentasikan dalam formulir atau dokumen yang telah ditetapkan perusahaan. Nama dokumen tersebut dapat berbeda-beda, seperti NCR (Non-Conform...
Tragedi KRL di stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, bukan hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga memunculkan pertanyaan penting tentang bagaimana kita memandang keselamatan pekerja secara menyeluruh. Dalam penerapan SMK3 berbasis ISO 45001, fokus kita selama ini banyak tertuju pada risiko di area kerja: mesin, peralatan, lingkungan kerja, ergonomi, bahan kimia, dan berbagai hazard lainnya. Namun, bagaimana dengan risiko perjalanan pekerja: KRL, bus, shuttle kantor, maupun perjalanan dinas? Bagi banyak karyawan, perjalanan bukan sekadar aktivitas sebelum bekerja, melainkan bagian tak terpisahkan dari rutinitas kerja. Bahkan, paparan risikonya kadang tidak kalah besar dibanding saat berada di tempat kerja. Jika perjalanan adalah bagian dari aktivitas kerja, maka risikonya pun layak dipertimbangkan dalam hazard identification dan risk register K3 (HIRADC/HIRARC). Sudah saatnya perspektif keselamatan pekerja kita perluas, bukan hanya saat mereka bekerja, tetapi juga sa...